Minggu, 24 Januari 2016

EGRONOMI KERJA


ERGONOMI KERJA

DEFINISI

Berasal dari bahasa Yunani :
  Ergon = kerja (work)
  Nomos = Hukum atau aturan (Law)
  Ergonomi berarti aturan-aturan kerja
  Kata lain “Human Factors Engineering


Ergonomi adalah :
                    Ilmu terapan yang merupakan gabungan antara ilmu anatomi tubuh, kesehatan, psikologi dan teknologi yang bertujuan untuk peningkatan kondisi kerja dan produktifitas kerja.
Dengan cara  : 
                    Design peralatan kerja, tempat kerja, metoda bekerja, proses bekerja, lay out tempat kerja, pengaturan pencahayaan,dsb. 

“fit the job to the worker--NOT the worker to the job”

Ergonomi  :   penerapan ilmu-ilmu biologi manusia bersama sama dengan ilmu-ilmu teknik dan teknologi untuk mencapai penyesuaian satu sama lain  secara optimal terhadap pekerjaannya, yang manfaat dari padanya diukur dengan efisiensi dan Kesejahteraan kerja - menurut ILO)

”Ergonomi dapat diartikan pula sebagai ilmu serta penerapannya yang berusaha untuk menyerasikan pekerjaan dan lingkungan terhadap orang atau sebaliknya dengan tujuan tercapainya  produktivitas  dan  efisiensi  yang  setinggi-tingginya  melalui pemanfaatan manusia seoptimal-optimalnya”

Ergonomi adalah suatu cabang ilmu yang memperlajatri perancangan pekerjaan-pekerjaan yang dilaksanakan oleh manusia, sistem orang dan mesin, peralatan yang dipakai manusia agar dapat dijalankan dengan cara yang paling efektif termasuk alat-alat peragaan untuk memberi informasi kepada manusia”(Sutalaksana, 1979) 
KOMPONEN ERGONOMI :
1.Komponen antara manusia dan alat kerja (H-M)
2.Interaksi antara manusia dan lingkungan kerja (H-E)
3.Interaksi antara alat kerja dan manusia (M-H)
4.Interaksi antara alat kerja dan lingkungan kerja (M-E)
5.Interaksi antara lingkungan kerja dan manusia (E-H)
6. Interaksi antara lingkungan kerja dan alat kerja (E-M






















Semua aspek di tempat kerja baik itu datang dari :
  •        Alat-alat kerja (mis: dokumen, komputer, furnitur, mesin, forklift dll),
  •    Lingkungan kerja (mis: suhu, pencahayaan, kebisingan, getaran, ukuran, bentuk, warna, aroma dll)
  •   Organisasi (mis: struktur/pengelompokan, sistem prosedur,  kepemimpinan, sistem imbal jasa, jadwal kerja dll)
  •        Termasuk aspek-aspek psikososial.

Ilmu-ilmu yang terkait :
•Biologi (sbg ilmu dasar)
•Teknologi
•Sosiologi
•Anatomi
•fisiologi
•psikologi.

Tujuan ergonomi :
•Tercapainya efisiensi kerja
•Terciptanya sistem kerja yang aman
•Minimisasi risiko kesehatan karena cara Kerja yang salah
•Terciptanya kenyamanan kerja
•Meningkatnya produktivitas kerja





























Mengapa perlu diketahui/dilakukan pembenahan :
Hasil penelitian terhadap TK yang menderita low back pain dengan cara electrodes in the descending part of the right trapezius muscle

Exp. Symptoms of Vibration-Related Disorders:
  • Circulatory symptoms (gang.peredaran darah)
  • Nervous system symptoms (gang. Sistem saraf)
  • Bone and joint symptoms (gang. Tulang dan persendian)
  • Soft tissue symptoms (gang. Jaringan lunak)
  • Other symptoms

HAZARD IDENTIFICATION
Penyebab primer yang dapat menyebabkan efek local muscular workload (beban kerja lebih pd otot lokal):
  • Work Duration and Consistency
  • Type of Work
  • Posture and Movement
  • Characteristics of the Target Work Space and Work
  • Facilities and Equipment

DASAR HUKUM :
  •      Undang-undang No. 13 Tahun 2003
  •      Undang-undang No. 1 Tahun 1970
  •      PMP No. 7 Tahun 1964
  •      Permenaker No. 02/Men/1980
  •      Permenaker No. 03/Men/1982
  •      Konvensi ILO No. 120 ( UU No. 3 tahun 1969)
Prinsip dasar Ergonomi
Tujuan Disain Kerja (Work Design)
  • Untuk memperoleh alokasi fungsi yang sesuai dengan jenis pekerjaan
  • Untuk mendapatkan sebuah sistem kerja yang aman, sehat, nyaman dan efisien Karakteristik pekerja
  • Fungsi tulang rangka dan otot
  • Konsep biomekanik tubuh
  • Postur kerja
Penyesuaian alat kerja dan tempat kerja dengan ukuran tubuh Komponen-komponen :
  • Manusia
  • Alat kerja atau mesin
  • Lingkungan Kerja
  • Organisasi dan manajemen

     Manusia berinteraksi dengan mesin melalui dua bagian tubuhnya yaitu:
  1. Kelompok  efektor yaitu tangan, kaki dan suara
  2. Kelompok Sensoris yaitu panca indera seperti penglihatan, pendengaran, penciuman, sensor rasa (kulit) dan sensor pengecap (lidah). Penglihatan dan pendengaran serta penciuman merupakan kelompok sensoris yang paling banyak terlibat didalam proses interaksi ini




Penyesuaian alat kerja dan tempat kerja dengan ukuran tubuh
     Mesin berinteraksi dengan manusia melalui dua bagiannya  :
  • Display
  • Control

Komponen lingkungan kerja terdiri dari:
  •    Tiga dimensi tempat kerja dimana interaksi terjadi
  •    Faktor fisik (suhu, kelembaban, kebisingan, instalasi listrik, ruangan, dll)
  •    Organisasi (struktur organisasi, kebijakan, pengaturan jam kerja, dll).









PENERAPAN PRAKTIS 

(dengan menggunakan daftar periksa Ergonomi) :


1.Penyimpanan dan penanganan barang/material;
2.Alat-alat/perkakas tangan;
3.Keamanan pada mesin produksi;
4.Penyempurnaan rancangan meja kerja;
5.Pencahayaan di tempat kerja;
6.Bangunan dan lingkungan;
7.Pengendalian bahaya di lingkungan kerja;
8.Fasilitas umum peralatan Pelindung diri;
9.Pengaturan pekerjaan.

1. Penyimpanan dan penanganan barang/material;
  • Tandai dan bersihkan jalur transportasi dr benda yg dpt menghalangi
  • Beri tanda pd jalur darurat
  • Usahakan agar gang dan koridor cukup lebar untuk memungkinkan arus transportasi dua arah
  • Buatlah permukaan lantai jalur transp. Rata, tidak licin dab bersih dari penghalang (lubang, undakan)
  • Sediakan landaian jalur transportasi dan bukan tangga kecil atau penurunan yang mendadak antara dua tempat kerja
  • Sempurnakan tata letak tempat kerja sehingga pergerakan barang dapat dikurangi
  • Gunakan kereta dorong, gerobak dan alat bantu beroda lainnya untuk mengangkut/bawa  atau bongkar muat bahan/material
  • Gunakan rak bertingkat yg ditempatkan di dekat area kerja untuk meringankan beban pekerja
  • Gunakan peralatan mekanis untuk mengangkat, menurunkan dan mengankut benda yang berat
  • Kurangi penanganan materia secara manual (dgn memanfaatkan ban berjalan, katrol dan alat mekanis lainnya
  • Dari pada membawa barang yang berat, bagilah beban tsb secara rata
  • Sediakan pegangan tangan, gagang untuk semua jenis kemasan
  • Hilangkan/kurangi beda ketinggian bila akan memindahkan barang (secara manual)
  • Geser barang berat pada posisi mendatar dengan cara mendorong/menarik (bukan mengangkat/menurunkan)
  • Hindari bentuk bekerja dengan gerakan membungkuk/memutar tubuh
  • Pada saat mengangkat posisi beban rapat dengan tubuh
  • Naik/menurunkan barang secara perlahan (tanpa gerakan yang mengejutkan / membungkuk dgn tajam)
  • Selingi pekerjaan fisik berat dgn pekerjaan ringan (utk mencegah kelelahan/cidera)
  • Sediakan tempat sampah di tempat yg memadai


 




1. Peralatan Perkakas tangan
  • Gunakan perkakas tangan yg khusus utk pekerjaan yg berulang-ulang
  • Sediakan perkakas bermotor yg aman dan dilengkapi dgn perangkat pelindung(penjepit/guard.
  • Gunakan perkakas gantung utk pekerjaan yg berulang di tmp yg sama.
  • Sediakan penyangga lengan bila menggunakan perkakas yg memerlukan ketelitian tinggi
  • Gunakan Perkakas yg dioperasikan tanpa banyak mengeluarkan tenaga (ringan, nyaman digunakan)
  • Bagi perkakas tangan, sediakanlah perkakas dengan pegangan yg sesuai ketebalan,panjang dan bentuknya utk memudahkan pemakaian
  • Sediakan perkakas tangan yg mempunyai pegangan dgn permukaan yg kasar/isolasi utk mencegah tergelincir/terjepit/tersengat.
  • Batasi vibrasi dan kebisingan pd perkakas tangan (dgn APD).Periksa dan rawatlah   perkakas tangan.
  • Latihlah pekerja sebelum menggunkan perkakas tangan yang digerakan oleh motor (listrik, pneumatic, mesin).
  • Sediakan ruang keseimbangan yang cukup pd saat bekerja dgn motor penggerak (power tool)

3. Faktor Keamanan pada Mesin Produksi
  • Pasang fasilitas pengaman pd alat kontrol utk mencegah mesin diaktifkan secara tidak sengaja.
  • Tempatkan alat kontrol yang mudah dibedakan satu dgn yg lainnya & dlm rangkaian operasi.
  • Pastikan agar pekerja dpt melihat/menjangkau alat-alat kontrol dgn mudah & nyaman.
  • Gunakan kebiasaan yg lazim untuk mengendalikan gerakan-gerakan mesin


4. Penyempurnaan Rancangan Meja Kerja
  • Sesuaikan ketinggian kerja bagi TK pd ketinggian siku atau sedikit dibawahnya.
  • Pastikan pekerja dpt menjangkau alat kontrol/material pd posisi badan yang normal.
  • Pastikan TK mempunyai ruang yang cukup untuk bergerak.
  • Sediakan kursi/bangku agar TK yg bekerja berdiri mempunyai kesempatan untuk duduk.
  • Sediakan meja kerja yg dpt diatur, shg mengurangi beban kerja.
  • Pastikan jarak tubuh ke meja kerja tidak ada penghalang.
  • Gunakan tempat kerja VDU dgn monitor&keyboard yg dapat diatur.
  • Lakukan pemeriksaan mata secara berkala.
  • Berikan pelatihan, agar dpt bekerja dgn VDU secara Efisien

Computer and Desk Stretches
         Sitting at a computer for long periods often cause neck and shoulder stiffness and occasionally lower back pain. Do these stretches every hour or so throughout the day or whenever you feel still. Also be sure to get up and walk around the office whenever you think of it. You’ll feel better.

            Bahaya-bahaya Lingkungan Kerja
  •           Lindungi pekerja dr resiko Paparan bahan kimia (dust, fume, liquid)
  •           Kurangi getaran
  •           Pastikan hubungan kabel ke peralatan dlm kondisi aman
5. Pencahayaan di tempat kerja
  • Gunakan warna cerah pada dinding/langit-langit apa bila diperlukan lebih banyak cahaya.
  • Terangi tangga/koridor/landaian.
  • Terangi daerah kerja secara merata, shg dpt bekerja nyaman.
  • Relokasi sumber cahaya/sediakan penutup/selubung utk mengurangi pantulan langsung.
  • Singkirkan permukaan yang mengkibatkan pantulan tak langsung.
  1. 6.Bangunan dan Lingkungan

  • Lindungi pekerja dari panas & dingin yg berlebihan dgn cara :(Gunakan Hirarki pengendalian lingkungan kerja)
- Pasanglah sistem penghisap udara lokal yg efektif agar nyaman pd saat efisien
–Tingkatkan penggunaan ventilasi alami
–Menggunakan APD

7. Penanggulangan bahaya-bahaya Lingkungan Kerja
  •           Lindungi pekerja dr resiko Paparan bahan kimia (dust, fume, liquid)
  •           Kurangi getaran
  •           Pastikan hubungan kabel ke peralatan dlm kondisi aman

8. Fasilitas umum
1.Sediakan & peliharalah fasilitas ganti/cuci/sanitasi dgn baik
2.Sediakan fasilitas tempat makan/minum & ruang istirahat
3.Sediakan tempat untuk pertemuan & pelatihan pekerja




POTENSI ERGONOMI
•MENCIPTAKAN KONDISI KERJA YG SEHAT, AMAN, NYAMAN, EFEKTIF, EFISIEN, DG PRODUKTIVITAS TINGGI
•MENINGKATKAN KEUNTUNGAN “GOOD ERGONOMICS IS GOOD ECENOMICS”
•MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN/ LIVELYHOOD

Tidak ada komentar:

Posting Komentar